tips job interview

selama 8 tahun terakhir, gw udah ganti2 kerja kantoran sebanyak 8 kali. dan selama 8 tahun itu pula gw udah menjalani puluhan interview. jadi gw mau bagi2 pengalaman dikit. sebelumnya, tetaplah ingat: percaya boleh, ga percaya, awas! πŸ˜€

tips dibagi dalam 2 bagian. bagian pertama adalah mencoba mengukur bonafed tidaknya company tujuan elo dari first look, dan kedua adalah tips soal interview itu sendiri. So, let’s the first part begin.

umumnya, kamu mesti duduk dulu di ruang tunggu/lobby/ruang tamu sebelum dipanggil untuk interview. bisa karena menunggu giliran, menunggu calon bos kamu dateng, ato menunggu si interviewer yg jual mahal sok sibuk. selama waktu menunggu ini, perhatikanlah hal-hal berikut:

  1. tata ruang. buat gw, tata ruang kantor sedikit banyak merupakan cermin dari management. kantor yg tertata rapi dengan interior menarik menunjukkan kepedulian management terhadap sesuatu secara detail.
  2. tata ruang yang baik juga menunjukan profesionalisme, terutama dalam hubungannya dengan customer/client. kantor dengan ruang tamu acak2an menunjukkan management ga ‘serius’ melayani client/customer.
  3. lihat alat2 kantornya. terutama meja/kursi dan komputer bila ada. keliatan kok mana meja/kursi yg dibeli asal murah, dengan yang emang dipilih-pilih sebelum beli. company yg membeli sesuatu hanya dari murah tanpa melihat kualitas adalah company yg memakai sistem manajemen dagang obat di pinggir jalan. lalu komputer, kalo kompienya bulukan, berisi sarang kecoa dan menggunakan OS Windows 3.1 ato DOS, cuma ada 2 kemungkinan: pertama pelit, kedua gaptek. kantor dengan kompie2 baru ga cuma menunjukkan mereka dinamis dan ga takut pembaharuan, tapi juga menunjukkan kalo mereka mengerti betul apa itu efisiensi.
  4. perhatikan para pegawainya. biasanya yg bisa kamu liat adalah receptionist, operator telephone, kasir dan security. apakah ekspresi wajah mereka cerah atau jutex? lalu apakah sesama mereka berinteraksi dengan baek? pengalaman membuktikan, front office yg jutex menunjukkan kondisi mental tertekan dengan berbagai macam sebab yg berbeda. kalopun ga ada unsur work preasure, masa seh management memilih orang jutex untuk di FO? sementara cara mereka saling bicara menunjukkan level kekeluargaan en interaksi sosial. kalo mereka bisa diajak sekedar haha hihi, then kamu dah nemuin kantor dengan hawa sosial yg baek.
  5. cleaning service/office boy. perusahaan yg baek ga pernah meremehkan faktor ini. jadi kalo kamu dapet schedule interview pagi2, coba liat apakah disana ada cleaning service ato office boy? lalu sberapa banyakkah mereka? makin banyak ato makin good looking, umumnya perusahaan makin bonafed.
  6. pakaian kantor para staff. perlu diingat, code dress ga berhubugan dengan seberapa bonafed sebuah company, tapi menunjukkan karakter. pakaian necis dan rapi menunjukkan profesionalisme. rapi dan santai menunjukkan kantor yg fleksibel dan ga strict. dan ini perlu kamu tau untuk disesuaikan dengan gaya kamu sendiri. untuk kantor yg pake uniform, agak kontradiktif neh. kalo diperusahaan gede, uniform menunjukkan kedisiplinan dan prestise. tapi kalo di perusahaan menengah, uniform justru menjadi tanda sebuah kepemimpinan yg konservatif dan ortodoks. pada company seperti yg terakhir ini, karyawan adalah buruh. tugasnya bekerja, bukan memberi ide atau mempertanyakan jenjang karir, kenaikan gaji etc.

ok, bagian meng-ukur2 dan me-ngira2 selesai. skrang bagian seru2nya hehe. ini adalah standard operation procedure (SOP) gw kalo lagi interview dan biasanya berhasil.

  1. kalo kamu belum tau tempat interviewnya, luangkan waktu untuk menelpon mereka dan melakukan survey lapangan. ini penting untuk mengantisipasi kamu telat akibat nyasar ber-kilo2 dari tempat interview.
  2. kalo kamu belum paham dress code kantor yg dituju, pakailah pakaian standard: kemeja, celana kain dan sepatu kantor untuk cowo dan pakaian kerja yg rapi untuk cewe. jangan menor dan tunjukkan sdikit style. tapi kalo kamu udah paham tu kantor sperti apa, pakailah dress code mereka, tetap dgn gaya kamu sendiri. selain menghindari elo jadi orang laen, mereka akan memberi nilai plus karena elo dianggap lumayan tau company mereka.
  3. jangan telat! tunjukkan kalo kamu profesional.
  4. bawalah copy dari CV. walopun sebelumnya kamu dah kirim via pos ato imel, copy ini kadang diperlukan. plus, bawalah portfolio kalo ada.
  5. kita emang butuh kerja, tapi tetaplah inget, mereka juga butuh kita. so, kalo si interviewer/calon bos telat dateng ato ga nongol2 nemuin kamu setelah 1 jam duduk dirubung lalat, segera pulang dan cari tempat kerja laen. percayalah, kamu ga bakal hepi bekerja dengan bos sperti ini. 15 menit-30 menit masih bisa ditoleransi, tapi kalo 1 jam ato lebih, nevermind. kondisi ini cuma berlaku kalo calon bos cuma interview kamu seorang. ga dihitung kalo kamu sedang antrean panjang pelamar laen.
  6. ini tips klise tapi selalu berhasil: selama interview, jagalah 4 kondisi ini: rileks, percaya diri, jujur dan tetap jadi diri sendiri. berusaha rileks menghindarkan elo dari situasi konyol ga sanggup menjawab pertanyaan2 mudah. percaya diri menimbulkan aura positif. ga perlu bokis, karena beberapa interviewer cerdas biasanya sudah memegang file hidup elo dari relasi2 bisnisnya (palagi kalo elo adalah eksmud ngetop). sementara jadi diri sendiri itu hukumnya wajib, ga usah dibahas.
  7. most frequently question dalam interview adalah: motivasi kamu memilih company bersangkutan. kalo kamu masih berstatus sebagai karyawan company laen, maka pertanyaannya menjadi “knapa elo pgn pindah?“. siapkan jawaban pertanyaan ini dengan baek, karena ini adalah kunci elo untuk lolos seleksi. dalam menjawab pertanyaan ini, jangan pernah men-jelek2-kan tempat kerja kamu terdahulu. kalopun emang jelek, buatlah jawaban se-diplomatis mungkin. “gaji saya ga naek2 selama x tahun” adalah jawaban pamungkas gw, karena bisa mununjukkan kesan seperti “gw punya kemampuan tapi bos lama ga menghargai” sekaligus “kalo kamu (calon bos baru) mau gw kerja disini, harus ada jenjang karir/kenaikan gaji”
  8. kalo elo dikasi kesempatan untuk bertanya, pergunakan dengan baek. tanyakan semua hal berikut: kapan company berdiri, core bisnisnya apa (kalo kamu belon tau), berapa total jumlah karyawan, status karyawan (kontrak/tetap, sistem pengangkatan dll), jam kantor, policy hari libur/cuti, policy lembur, aturan tunjangan/bonus/insentif jika ada dan jaminan sosial/asuransi jika ada. jgn takut dibilang rewel. dari pengalaman gw, mereka malah sedikit terkesan melihat kita antusias terhadap company mereka, sekaligus nunjukin kalo kita adalah calon karyawan yg smart dan punya visi.
  9. terakhir dan paling penting, lakukan negosiasi salary. kalo interviewer ga nanya duluan, then elo yg harus tanya. lakukan negosiasi pake mulut, jangan pake urat. yg sabar aja jgn emosi kalo misalnya mereka nawar elo rendah bgt. jgn lupa memasukkan tunjangan/bonus dalam itung2an ini. jangan menjadikan negosiasi lisan sebagai acuan. nilai salary ini harus tercantum dalam surat kontrak ato berita acara masuknya kamu ke company ini (kalo diterima).

ok, ternyata setelah ditulis jadinya cukup panjang. harapan gw semua tips diatas berguna bagi masyarakat (halah..) en, semua jurus2 tadi hanya pernah gw praktekan pada company swasta (besar dan kecil) dan ga pernah dipake untuk interview di perusahaan negara ato BUMN. soalnya gw paling males birokrasi dan dicurangin nepotisme. slamat mencoba!

0 thoughts on “tips job interview”

  1. o ya, ada yg kurang, kalo pas lagi nunggu giliran interview, jangan melakukan hal2 yg terkesan aneh, misalnya ngupil πŸ˜€ ingat CCTV skr harganya makin murah, dan bukan gak mungkin pas lagi nunggu ada beberapa hidden cam lg mengintai kamu.

  2. Salam kenal bro,
    Secara gak sengaja gw nemuin blog ini, info nya super banget

    padahal gw ngantuk banget, but gw antusiaas bc artikel di blog ini…

Leave a Reply