aadc2: romance of the millenials

baru nonton pilm ini. you guys pasti kek, “seriously brooo? kmana ajaa ? ada 2 alasan kanapa (dulu) males nonton ini pilm:.
1. pesimis duluan, bakal ga sebagus yg pertama
2. ya emang kelewatan aja nonton di bioskop dan ga nemu bajakannya ?

ok so, mulai dari mana ya. first, ini pilm yg agak unik. seringan gw nonton pilm itu, awal2nya yg bagus trus makin lama makan parah.

lha ini, 20-30 menit pertama menurut gw justru bagian parahnya. it just doesn’t make sense. bumil liburan agenda nya masak nonton konser underground sih. lalu besoknya liat gallery art. jidat gw berkerut nahan bab utk bisa menarik korelasi dari scene2 yg ada.

tapi kemudian, makin lama pilm ini makin bagus. semuanya. aktingnya, chemistry antara cinta en friends. story-nya. semuanya makin ke sini makin make sense.

Continue reading aadc2: romance of the millenials

Loading

Kawah Ijen Revisited

ke ijen lagi setelah 1,5 tahun. kali ini dengan rombongan dokter2 muda jegeg bagus beserta para nakes dan keluarga. perjalanan santai terbagi 2 grup karena beberap ayangbertenaga kuda melesat di depan tanpa terkejar sementara tenaga kambing tertinggal di belakang.

ekspedisi amatir ini diakhiri dengan ajang balas dendam asn yang turun dengan menggunakan troli (setelah pada perjalanan ijen sebelumnya dengkul serasa mau copot abis perjalanan turun)

Loading

Tim Henson Polyphia

Beberapa tahun setelah Herman Li dengan gerombolan Dragon Force nya melakukan abuse terhadap artificial harmonic dan high tone di mode distorsi di Through the Fire and Flames, muncul band Polyphia dengan front man gitaris berwajah culun Tim Henson yang melakukannya di natural harmonic dan clean tone.

Persamaan keduanya adalah mereka doyan dan fasih membuat komposisi gitar dengan tingkat keslitan Nightmare dan Hell. Perbedaannya, kalau Dragon Force, seperti halnya band2 metal lainnya, fokus pada speed shredding, maka Tim Henson adalah rajanya riff2 dengan chord njelimet. Ciri khas nya adalah menyelipkan lusinan natural harmonic ditengah-tengah arpeggio, sambil shreding atau diantara perpindahan chord.

Menariknya, gw tau Tim henson justru dari podcastnya Herman Li. Sepanjang podcast kita bisa melihat bagaimana Herman Li sangat terkesan dengan skill dan style dari juniornya ini. dan dari podcast ini pula gw tau single G.O.A.T dari Polyphia. Single yang kemudian menjadi semacam standar baru untuk tingkat kesulitan riff dan style musik yg out of the box.

Continue reading Tim Henson Polyphia

Loading

Film Korea Mystery / Thriller Terbaik dan Mind Blowing

Gue penggemar berat film korea Mystery / Thriller / Crime. Untuk genre ini, mereka adalah yang terbaik se-planet bumi. Hollywood aja baru belakangan ini pada ngikut bikin film2 thriller ala Korea yang selalu mencoba ide2 baru utk Plot Twist dan tema Balas Dendam yang out of the box dan di luar nalar.

Disclaimer, ini bukan tentang Drakor ?

Di bawah ini gw bikin list film2 korea mind blowing yang udah gw tonton dengan rating personal. Kalo elu juga doyan genre ini, pilm2 dibawah ini sangat gw rekomendasikan. List akan terus di-update

Oldboy (2003)

Oldboy (2003)

Oldeuboi

  • IMDB rating: 8,4 | ASN rating: 9,9
  • Director: Park Chan-Wook
  • Plot Twist: 10

Setelah diculik dan dipenjara selama lima belas tahun, Oh Dae-Su dibebaskan, hanya untuk menemukan semuanya baru saja dimulai.

Continue reading Film Korea Mystery / Thriller Terbaik dan Mind Blowing

Loading

plot twist

plot twist adalah istilah yg gw baru kenal sejak nonton The Sixth Sense -nya Bruce Willis, sekitar tahun 2000. saat itu gw emang lg doyan2nya nonton pilm hollywood dan sedang nyobain genre drama thriller. sebelumnya, pilm hollywood gw cuma tau action dan komedi 🙂

Setelah The Sixth Sense, beberapa pilm dengan plot twist yang selalu gw inget smpe skr diantaranya Snatch, Fight Club, Vanilla Sky, The Usual Suspects (yes, the Keyser Sose wkwk), Se7en, Donnie Darko, dst dst

Sebenarnya masih banyak lagi tp beberapa diatas itu yg buat gw sangat memorable.

rentang tahun 2019- 2020 kemaren, gw iseng ngulik pilm2 criminal-thriller punya korea dan ternyata korea ga cuman mantul di K-POP, Drakor picisan atau bikin ponsel. mereka juga bisa dibilang rajanya drama criminal thriller. lu cobain deh nonton: Mother, Memoir of A Murderer, Memories of Murder (my favorit neh), Confession of Murder, The Witch: Part 1 – The Subversion dan yang terbaru sampe masuk oscar Parasite.

personal favorit gw sendiri, yg bisa gw kategorikan sebagai best of the best nya plot twist movie even better daripada The Sixth Sense adalah Old Boy. pilm ini ending-nya bikin gw mangap dan speechless beberapa detik. saking kerennya sampe di remake sama hollywood dengan judul sama (yg maen si cable dan scarlet witch) tapi masih kalah greget sama versi ori korea.

Continue reading plot twist

Loading

Belajar Gutenberg

hari ini belajar beberapa addon populer untuk Gutenberg-nya WordPress. pilihan mayan banyak jadi rasanya perlu research sedikit sebelum memutuskan utk pake yang mana

flashback ke 2-3 bulan lalu, gw memutuskan untuk comeback stage ke dunia website setelah hampir 5 tahun pensi temporer. karena apa? ya covid lah. core bisnis gw pariwisata en bali is dying.

awal2 nyentuh website lagi, asli kaget dan kagok. dalam 5 tahun perkembangan web development, specially wordpress udah kek langit dan inti bumi. analogi yg pas mungkin seperti terakhir kali lu maen hape itu pake Nokia layar mono + kibord qwerty + OS symbian lalu hiatus 5 tahun dan ujug2 disuru pake xiaomi android 11 dengan MIUI 12.

Continue reading Belajar Gutenberg

Loading